Rumah didaerah yang lembab seringkali diserang jamur. Jamur yang tumbuh dalam rumah dapat menimbulkan berbagai permasalahan bagi pemilik rumah.
Sebuah rumah yang dihuni keluarga tercinta sudah seharusnya nyaman ditinggali, oleh sebab itu kebersihan dan keamanannya harus diperhatikan. Jangan sampai ada hal yang dapat membahayakan dan membuat kotor.
Jamur dapat tumbuh dalam rumah yang lembab, kemudian merusak material bangunan. Selain merusak dengan memperlemah bagian-bagian bangunan, Jamur juga memiliki potensi yang membahayakan kesehatan karena spora yang diproduksi olehnya.
Spora jamur menurut penelitian dapat menimbulkan alergi yang ditandai dengan gejala gatal pada kulit, mata merah, pilek, bahkan sampai memicu munculnya asma.
Agar rumah anda tidak menjadi tempat berkembang biak jamur, maka anda harus mengetahui cara mencegah jamur tumbuh sebelum menyerang.
Menurut Beauty Harmony Life disadur dalam harian kompas, ada empat cara yang dapat anda gunakan untuk mencegah jamur tumbuh didalam rumah.
Atur Kelembaban dalam Rumah Untuk Mencegah Jamur
Rumah yang rentan diserang jamur adalah rumah dengan kelembapan tinggi. Musuh dari lembab adalah kering, maka untuk mencegah jamur tumbuh usahakan agar rumah tetap dalam kondisi kering.
Untuk mengetahui tingkat kelembaban dalam ruangan, anda dapat menggunakan Higrometer, sedangkan dalam ruangan industri biasanya dapat diukur dengan WBGT.
Bila Higrometer menunjukkan kelembapan tiggi diatas 60 persen maka anda dapat menurunkan tingkat kelembapan dengan beberapa cara, antara lain yaitu:
1. Membuka pintu dan jendela pada area yang sering menjadi sumber kelembapan.
Pada umumnya sumber kelembapan rumah adalah dari ruang kamar mandi. Maka setelah mandi sebaiknya biarkan pintu dan jendela terbuka agar terjadi penurunan kelembapan.
Dinding kamar mandi ternyata juga menyimpan kelembapan sehingga setelah selesai mandi sebaiknya dinding juga dibersihkan. Anda dapat membersihkan dinding dengan lap penyerap air, ataupun alat lain dari karet agar dapat menyeka permukaan dinding.
Hindari menjemur atau menggantung baju basah di dalam ruangan.
2. Meningkatkan Sirkulasi Udara
Kelembapan akan dapat segera hilang apabila sirkulasi udara dalam rumah lancar. Ada beberapa cara agar sirkulasi udara dapat mengalir dengan lancar, salah satunya adalah dengan cara alami yaitu membuka jendela dan angin-angin saat cuaca diluar sedang cerah dan kering.
Jangan memaksa membuka jendela saat cuaca sering hujan, karena bukannya membuat kelembapan dalam ruangan hilang malah dapat membawa kelembapan diluar masuk.
Agar kelembapan dapat segera hilang anda juga dapat menggunakan bantuan alat mekanis seperti kipas angin. Kipas angin dapat membantu udara dapat bersirkulasi didalam rumah, terutama bila kipas diarahkan pada lokasi yang tepat.
3. Meningkatkan Isolasi
Walaupun udara alami sekitar rumah tidak lembab, kadang kelembaban dapat muncul akibat terjadinya kondensasi pipa-pipa saluran terutama dari logam yang terpasang pada area rumah. Oleh sebab itu anda perlu mencegahnya dengan insulasi.
Anda perlu memperhatikan munculnya embun pada saluran perpipaan dan area sekitarnya. Disarankan untuk memasang selongsong insulasi pada saluran pipa logam dan tangki yang menjadi tempat air.
4. Gunakan Dehumidifier
Untuk mengontrol kelembapan dalam rumah, anda juga dapat memanfaatkan dehumidifier. Alat ini dapat membantu anda mengelola kelembapan agar dapat mengalihkan atau membuang kelembapan dalam ruangan.
Pada ruangan lembab yang tertutup sangat disarankan untuk pemasangan dan penggunaan dehumidifier. Salah satu contohnya adalah ruangan kamar mandi.